BERITAELEARNINGTentang MAN SUMENEP

Peradaban Yang Bernilai Luhur

MAN Sumenep Adakan Wisata Edukasi Museum Keraton

MAN Sumenep – Madaniyah – Wisata Edukasi Museum Keraton Sumenep menjadi daya tarik rombongan peserta didik Madrasah Aliyah Negeri Sumenep. Kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan pada Jumat (05/05/2023), dengan observasi langsung terhadap sejarah yang menyimpan banyak nilai kebijaksanaan memberi arti penting bagi generasi muda di masa mendatang. Berlokasi di Jalan Dr. Soetomo no. 6 Pajagalan, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Khairul Insani salah satu peserta didik MAN Sumenep menuturkan, “Ada beberapa ikon di Museum utama Keraton Sumenep yang memberikan pelajaran berharga bagi kami, seperti : Al-Qur’an raksasa, Ukiran lambang Kerajaan Sumenep, dan Kereta Kencana,” tuturnya. Didampingi guide museum yang mendampingi dan menjelaskan ikon koleksi Museum Keraton Sumenep yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Koleksi tersebut berada di museum utama, koleksi yang menjadi ikon Museum Keraton Sumenep, “ Al-Quran raksasa yang ditulis oleh Sultan Abdurrahman yang konon proses pengerjaannya hanya membutuhkan waktu sehari semalam, Al Quran raksasa tersebut panjangnya sekitar 4 meter, lebar 3 meter, dan berat 500 Kg, Ukiran lambang kerajaan Sumenep, terdiri dari simbol mahkota kerajaan, kuda terbang yang artinya tunduk dalam pemerintahan, naga artinya putra bangsawan ada di bawah jangan di injak, rumah artinya memberikan perlindungan pada masyarakat, bintang artinya keagamaan, orang memegang senjata artinya kalau bicara jangan acuh tak acuh, dan bunga artinya perdamaian, Kereta kencana yang terbuat dari kayu jati yang dibentuk segienam dengan dua buah pintu yang terletak pada sisi kanan dan kiri dan besi baja sebagai penopang, bagian depan dan belakangnya dilengkapi dengan dua kaca. Kereta ini juga dilengkapi dengan spion dan pada bagian dalamnya terdapat hiasan manik-manik berwarna merah,” jelasnya kepada rombongan peserta didik MAN Sumenep. Selain itu, di sebelah Timur Pendopo ada kolam pemandian istri para Raja dan dayang-dayangnya. Taman Sare pemandian itu akrab di masyarakat Madura, konon katanya memiliki kekuatan diluar nalar manusia untuk menambah aura kecantikan dan cepat mendapatkan jodoh. Museum tersebut di dalamnya juga terdapat alat-alat peninggalan jaman dulu saat perang, seperti baju perang, pedang, golok, celurit, samurai, meriam dan masih banyak lagi. Membangun wawasan kebangsaan, merupakan sebuah komitmen bersama. Sejarah dan budaya menjadi ingatan kolektif masa lampau, namun ingatan tersebut memberikan jawaban terhadap tantangan kebangsaan saat ini. Museum adalah salah satu institusi yang mempertahankan sejarah dan budaya yang memiliki peran untuk mengoleksi dan merawat benda-benda bersejarah sebagai aset masa depan yang akan memberi nilai luhur dalam menapaki kemajuan peradaban di negeri ini, khususnya Sumenep Madura Jawa Timur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *